Salah satu ofisial tim yang berhasil menjuarai turnamen, Abang Hasrul Taqlaleng, menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa KKN Muhammadiyah Kupang yang telah menginisiasi dan terlibat dalam kegiatan tersebut.
Menurutnya, kehadiran mahasiswa KKN memberikan ruang bagi anak-anak di Desa Leuwohung untuk mengasah keterampilan dan mengembangkan bakat mereka melalui olahraga sepak bola.
“Terima kasih kepada anak-anak KKN dari Muhammadiyah Kupang. Lewat kegiatan ini, anak-anak di Desa Leuwohung bisa mengasah keterampilan dan bakat mereka melalui sepak bola,” ujarnya.
Ia menambahkan, sepak bola tidak hanya berbicara tentang menang dan kalah, tetapi juga mampu menjadi jembatan untuk mempererat hubungan persaudaraan antarpemuda.
Hasrul berharap hubungan baik dan silaturahmi antara mahasiswa KKN Muhammadiyah Kupang dengan masyarakat Desa Leuwohung dapat terus terjalin, tidak berhenti setelah kegiatan KKN selesai.
“Harapan besar kami, silaturahmi ini terus dilakukan setiap saat, bukan hanya sampai di sini saja,” ungkapnya.
Kolaborasi mahasiswa KKN, pemuda, masyarakat dan pemerintah desa tersebut menjadi gambaran bahwa semangat kemerdekaan dapat dirayakan melalui kegiatan yang sederhana, tetapi memiliki makna besar membangun persatuan dari desa dan menghadirkan generasi muda sebagai motor perubahan. (**)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












