KR – Nota pinjaman ini ditandatangani oleh Duta Besar Jepang untuk RI, Yasushi Masaki, dan Direktur Jenderal Asia, Pasifik, dan Afrika Kementerian Luar Negeri Indonesia, Abdul Kadir Jailani, pada Jumat (10/01/2025) di Jakarta.
Menjelang pertemuan puncak antara Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Jepang, Ishiba, Jepang telah menyepakati pemberian pinjaman yen senilai 90,456 miliar yen atau sekitar Rp9,3 triliun kepada Indonesia.
Menurut keterangan yang di lansir dari indonesia.go.id bahwa dari Kedutaan Besar Jepang untuk Indonesia, pinjaman tersebut dibagi menjadi dua paket utama:
- Penguatan Kapasitas Aparatur Sipil Negara (ASN)
Paket pertama senilai 7,048 miliar yen (Rp723 miliar) dialokasikan untuk proyek peningkatan pengelolaan dan kapasitas ASN di tingkat pusat dan daerah. Proyek ini meliputi pelatihan bagi sekitar 7.240 pejabat pemerintah selama tujuh tahun ke depan. - Pembangunan Pelabuhan Patimban Tahap 3
Sebanyak 83,408 miliar yen (Rp8,5 triliun) dialokasikan untuk pengembangan tahap ketiga Pelabuhan Patimban di Subang, Jawa Barat. Proyek ini bertujuan memperluas fungsi pelabuhan yang telah beroperasi sejak 2021 sebagai pusat ekspor mobil.
Pembangunan tahap ketiga mencakup perluasan terminal kontainer, terminal mobil, dan fasilitas logistik lainnya.












