Wakil Bupati Flores Timur, Ignasius Boli Uran dalam sambutannya saat membuka rakor tersebut menekankan pentingnya peran puskesmas dan camat dalam mobilisasi masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan program kesehatan tidak hanya bergantung pada tenaga medis, tetapi juga dukungan pemerintah kecamatan dan desa.
“Camat harus aktif mendorong masyarakat datang ke puskesmas. Kepala puskesmas juga harus memastikan pelayanan berjalan baik dan merata. Tanpa kerja sama lintas sektor, target sulit tercapai,” ujarnya.
Sementara itu Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Kesehatan (Yankes) Dinas Kesehatan Flores Timur, Ferdinandus Mada S.Km, dalam laporannya menjelaskan, bahwa program CKG dirancang untuk mendukung pembangunan sumber daya manusia yang sehat, produktif, dan berdaya saing.
Dalam program CKG ini, kata Rudi akan dilakukan deteksi dini faktor risiko kesehatan dan penyakit pada seluruh kelompok usia, mulai dari bayi baru lahir hingga lanjut usia.
“Dengan begitu masyarakat bisa memperoleh pelayanan kesehatan secara berkala dan penanganan lebih dini,” jelasnya.
Lebih lanjut, Rudi kembali menjelaskan, bahwa rapat koordinasi dan advokasi ini bertujuan untuk menegaskan komitmen percepatan pelaksanaan program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) tahun 2026 demi mendukung Target Nasional yang tertuang dalam Renstra Kementerian Kesehatan 2025–2029 serta Target Daerah dalam RPJMD Kabupaten Flores Timur.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
