Indeks
Hukum  

Kasus Pencurian Ternak, Warga Kehilangan 10 Ekor Kuda

WhatsApp Image 2026 03 16 at 09.29.23 1 e1773761881739

KR –Maraknya kasus pencurian ternak besar seperti kuda, kerbau, dan sapi di wilayah Kecamatan Lewa, Kabupaten Sumba Timur, semakin menimbulkan keresahan di tengah masyarakat, khususnya para peternak yang menggantungkan penghasilan dari usaha peternakan.

Salah satu korban adalah Antonius Umbu Juku, warga Desa Wundut, yang kehilangan 10 ekor kuda miliknya.

Ternak tersebut diduga hilang saat berada di padang penggembalaan pada malam hari, Senin, 2 Februari 2026.

Kepada media Antonius menjelaskan bahwa ia baru mengetahui ternaknya hilang sekitar pukul 15.00 WITA ketika datang memeriksa lokasi penggembalaan.

“Setelah saya tiba di lokasi tempat kuda-kuda itu biasa merumput, saya sangat terkejut karena semuanya sudah tidak ada. Sepuluh ekor kuda milik saya sudah hilang,” ujarnya.

Setelah mengetahui kehilangan tersebut, Antonius bersama keluarganya langsung melakukan pencarian ke sejumlah desa di sekitar Kecamatan Lewa.

Dari upaya tersebut, satu ekor kuda berhasil ditemukan, sedangkan sembilan ekor lainnya masih belum diketahui keberadaannya.

Untuk memperoleh perlindungan hukum, korban kemudian melaporkan kejadian itu ke Polsek Lewa pada 3 Februari 2026.

Menurut Antonius, laporan tersebut diterima dan ditindaklanjuti oleh aparat kepolisian.

Dalam proses pencarian, ia memperoleh informasi dari warga bahwa salah satu kudanya berada di wilayah Laoli, Kabupaten Sumba Barat.

Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada pihak kepolisian.

Menindaklanjuti laporan itu, tim buser dari Polres Sumba Timur bersama anggota Polsek Lewa bergerak ke lokasi dan berhasil menemukan satu ekor kuda yang diduga milik korban.

Saat ini kuda tersebut diamankan di Polres Sumba Timur sebagai barang bukti, sementara penyelidikan terhadap pelaku masih berlangsung.

Antonius berharap aparat kepolisian dapat membantu menemukan sembilan ekor kuda lainnya yang masih hilang serta mengungkap pelaku pencurian.

“Kuda-kuda itu kami pelihara sudah belasan tahun. Itu hasil kerja keras kami. Karena itu kami sangat berharap agar kuda kami yang hilang bisa ditemukan kembali,” katanya.

Ia juga meminta agar pelaku segera diproses sesuai hukum yang berlaku demi memberikan rasa aman bagi masyarakat.

Di sisi lain, masyarakat Kecamatan Lewa menilai kasus pencurian ternak yang terus berulang diduga dilakukan secara terorganisir karena pola kejadian serupa terjadi di beberapa lokasi berbeda.**

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com

+ Gabung

Exit mobile version