Prabowo menjelaskan bahwa pemerintah semula menyiapkan sekitar 1.300 KDKMP untuk diresmikan, namun diputuskan 1.061 unit yang lebih siap beroperasi penuh.
Secara fisik saat ini, kata Prabowo, sudah tersedia lebih dari 9.000 gedung dan gudang KDKMP yang telah siap digunakan.
Menurutnya, percepatan pembangunan KDKMP tersebut menunjukkan kemampuan pemerintah menjalankan program ekonomi skala besar dalam waktu singkat.
Ia menilai Indonesia selama ini terlalu sering dipandang lemah, termasuk oleh bangsanya sendiri.
“Bangsa Indonesia terlalu lama dianggap remeh. Kita sering tidak percaya pada kemampuan sendiri dan lebih kagum pada yang berasal dari luar,” ujarnya.
Presiden kemudian mengaitkan keberadaan KDKMP dengan strategi ketahanan pangan nasional. Ditegaskannya bahwa pemerintah berhasil mempercepat target swasembada pangan yang semula diproyeksikan tercapai dalam empat tahun menjadi satu tahun.
“Saya minta swasembada pangan empat tahun, ternyata bisa dipercepat dalam satu tahun,” katanya.
Ia kembali menegaskan bahwa pangan bukan sekadar komoditas ekonomi, tetapi persoalan hidup dan mati bangsa. Karena itu, pemerintah memprioritaskan stabilitas produksi dan distribusi pangan nasional di tengah ancaman krisis global.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
