Penjabat Gubernur Hadiri Financial EAST Festival 2023

Avatar photo
IMG 20231104 WA0065
Penjabat Gubernur Hadiri Financial EAST Festival 2023/Ist

Lebih lanjut, Pj Gubernur Ayodhia menyampaikan bahwa tantangan terbesar saat ini adalah masih tingginya gap atau ketimpangan antara inklusi keuangan dan literasi keuangan.

“Untuk konteks NTT ada gap sekitar 34,02 persen, ini mengindikasikan perkembangan teknologi digital tidak diikuti dengan peningkatan pemahaman masyarakat terhadap produk layanan jasa keuangan tersebut. Masih banyak masyarakat yang belum memahami secara baik cara kerja, mekanisme, karakteristik, legalitas maupun potensi resiko layanan jasa keuangan”, Jelasnya.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

“Hal ini tentunya dapat merugikan masyarakat selaku nasabah atau konsumen. Kita masih mendengar dan menemukan adanya kasus investasi bodong serta tingginya pengaduan masyarakat terkait dengan produk dan layanan jasa keuangan.

Baca Juga :  Gubernur NTT Tekankan Kolaborasi Untuk Transformasi Sektor Ketenagakerjaan

Karena itu, saya berharap agar OJK bersama dengan TPAD Provinsi maupun Kabupaten/Kota se-NTT dapat terus melakukan edukasi kepada masyarakat akan pentingnya pemahanan teknologi digital dan regulasi di bidang keuangan. Mari kita terus bersinergi membangun NTT maju dan sejahtera,” tambah Ayodhia.

Kepala OJK Provinsi NTT Japarmen Manalu pada kesempatan yang sama menyampaikan, bulan inklusi keuangan telah diinisiasi oleh OJK sejak tahun 2016. Hal ini menjadi perhatian OJK karena masih jauh kesenjangan pemanfaatan industri jasa keuangan antara kelompok atas, menengah dan bawah. Karena itu kolaborasi bersama Industri Jasa Keuangan di Provinsi NTT terus dilakukan.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com

+ Gabung