Gubernur menekankan pentingnya link and match antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri, serta memperluas akses informasi pasar kerja.
Di sektor pekerja migran, paparnya, pemerintah juga menghadirkan solusi melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) khusus pekerja migran guna menghindari praktik percaloan dan eksploitasi.
Selain itu, direncanakan pembukaan jalur penempatan tenaga kerja langsung dari Kupang ke luar negeri untuk meningkatkan pengawasan dan perlindungan.
Gubernur Melki turut mendorong lahirnya wirausaha baru dari kalangan pekerja. Melalui dukungan pembiayaan KUR dan pembinaan UMKM, pekerja didorong untuk “naik kelas” menjadi pengusaha sebagai bagian dari strategi mengurangi ketergantungan ekonomi daerah terhadap produk luar.
“May Day tidak hanya menjadi momentum memperjuangkan hak pekerja, tetapi juga menjadi titik awal bagi pekerja untuk bermimpi dan mempersiapkan diri menjadi pengusaha,” tegasnya.
Sementara dalam laporan panitia disampaikan, bahwa kegiatan dialog ini bertujuan memperkuat pemahaman terkait perlindungan tenaga kerja, menciptakan hubungan industrial yang harmonis, serta membangun kolaborasi lintas sektor.
Kegiatan ini diikuti sekitar 300 peserta dari unsur pemerintah, TNI/Polri, BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan, organisasi pengusaha, serikat pekerja, akademisi, mahasiswa, serta organisasi masyarakat sipil.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












