Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan NTT Zet Sony Libing memaparkan kondisi ekonomi NTT saat ini. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi NTT mencapai 4,32 persen dengan tingkat inflasi sebesar 2,64 persen.
Menurut Zet, sektor pertanian dan perdagangan masih menjadi tulang punggung perekonomian daerah. Namun, persoalan distribusi barang masih menjadi hambatan serius karena sebagian besar jalur logistik menuju Kupang harus melalui Surabaya dan Makassar terlebih dahulu.
Kondisi tersebut menyebabkan biaya distribusi tinggi dan berdampak terhadap harga barang di daerah.
Karena itu, Pemprov NTT berharap kerja sama dengan Batam dapat membuka akses pasar baru bagi produk lokal NTT sekaligus memperkuat pengembangan industri kecil dan menengah di daerah.
Selain sektor ekonomi dan transportasi, pertemuan tersebut juga membahas peluang promosi produk unggulan dan budaya NTT di Batam. Emanuel menyebut sekitar 40 ribu warga NTT saat ini tinggal di Batam dan dinilai dapat menjadi penghubung penguatan hubungan ekonomi, perdagangan, dan sosial budaya kedua daerah.
Menanggapi hal itu, Amsakar menyambut baik peluang pengembangan promosi produk lokal NTT di Batam, termasuk kopi khas NTT dan kuliner daerah.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
