Sementara itu, Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, menekankan pentingnya pendidikan dan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas.
“Sekolah bagi anak-anak disabilitas harus inklusif, mereka berhak mendapatkan pendidikan di sekolah umum dengan fasilitas yang memadai,” katanya.
Ia juga menyoroti perlunya fasilitas publik yang ramah disabilitas, seperti jalur khusus pengguna kursi roda, toilet aksesibel, dan kesempatan kerja yang setara.
“Kami telah berdiskusi dengan Kementerian UMKM untuk merancang program pelatihan dan bantuan bagi perempuan serta penyandang disabilitas agar mereka bisa mandiri secara ekonomi,” jelasnya.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Wakil Gubernur NTT, Irjen Pol (Purn). Drs. Johanis Asadoma, S.I.K., M.Hum, Ketua DPRD Provinsi NTT, Ir. Emelia Julia Nomleni, serta Kepala Dinas DP3AP2KB NTT, Ruth D. Laiskodat, S.Si., Apt., MM.
Wakil Gubernur NTT, Irjen Pol (Purn). Drs. Johanis Asadoma menegaskan bahwa kesetaraan gender adalah isu global yang harus diperjuangkan di semua tingkat pemerintahan.
“Hak-hak perempuan terus diperjuangkan di tingkat internasional. Perempuan harus diberi kesempatan yang sama dalam kepemimpinan dan pembangunan daerah,” ujarnya.
Ketua DPRD Provinsi NTT, Ir. Emelia Julia Nomleni, menyoroti pentingnya implementasi regulasi terkait kesetaraan gender dan hak disabilitas.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












