Wagub Johni Asadoma: Kepala Sekolah Itu Lokomotif, Kalau Lemah Semua Gerbong Ikut Lemah

Avatar photo
Reporter : Ivan Wuran
IMG 20260919 WA0009
Pesan tegas disampaikan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Johni Asadoma di depan ratusan kepala sekolah dan guru se-NTT. Ia menyebut kepala sekolah adalah lokomotif pembangunan SDM, jika lokomotifnya lemah, maka semua gerbong di bawahnya akan ikut tertinggal. Pesan itu ia sampaikan saat menghadiri Pelatihan Calon Sosialisator Jiwa, Semangat, dan Nilai-Nilai Juang 1945 (JSN '45) di Hotel Kristal Kupang, Sabtu (19/9/2026).//Foto dok.Biro Adpim. NTT

Ia juga mengingatkan guru agar bijak menyikapi teknologi. Media sosial bisa jadi alat kreativitas, tapi jika tidak dikendalikan akan merusak konsentrasi dan karakter siswa.

“Khusus bagi kepala sekolah, anda adalah lokomotif pembangunan sumber daya manusia Indonesia. Kalau kepala sekolahnya lemah, tidak punya semangat juang yang tinggi, maka ke bawah juga akan terpengaruh semua,” tandas Wagub.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

*Kisah Herman Josef Fernandes Jadi Teladan*

Sementara itu, Ketua Umum DPP LVRI Jenderal TNI (Purn.) H.B.L. Mantiri mengingatkan para guru agar tidak mewariskan JSN ’45 sebagai cerita dongeng masa lalu.

Baca Juga :  Pemuda Naimata Doakan Filmon Loasana Usai Diberi Kostum Olahraga

“Pewarisan JSN 45 bukan berarti mengajak generasi muda untuk hidup di masa lalu, tapi diharapkan nilai-nilai luhur perjuangan masa lalu menjadi kekuatan moral untuk menghadapi tantangan masa kini dan masa depan,” kata Mantiri.

Ia mengangkat kisah heroik putra NTT, Herman Josef Fernandes. Sejak usia muda, Herman sudah bergabung sebagai Tentara Pelajar untuk mempertahankan kemerdekaan. Dari bangku sekolah, ia ditempa nasionalisme, keberanian, rela berkorban, hingga akhirnya gugur sebagai pejuang.

Baca Juga :  Hari Ini Cuaca Ekstrem Berpotensi Terjadi di Beberapa Wilayah NTT

Mantiri menegaskan, kisah seperti Herman harus hidup di ruang kelas, bukan hanya di buku sejarah.

Ia juga menitipkan 4 prinsip hidup kepada para pendidik dan siswa NTT dalam menghadapi kesulitan: _be prepared for it, be patient in it, be prayerful to it, dan be productive because of it._ Siap, sabar, dekat dengan Tuhan, dan tetap produktif.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com

+ Gabung