Indeks
Daerah  

UMP Naik Sebesar 6,5%, KADIN dan APINDO NTT Beri Dukung dengan “Catatan”

WhatsApp Image 2024 12 14 at 00.42.33
Ketua Umum KADIN NTT Bobby Lianto yang didampingi oleh sekretaris APINDO NTT Tony Angtariksa Dima.

KR – Pemerintah pusat memutuskan kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) sebesar 6,5% untuk tahun 2025 di seluruh Indonesia.

Keputusan ini menjadi topik utama dalam diskusi antara Kamar Dagang dan Industri (KADIN) NTT serta Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) NTT yang tergabung dalam Dewan Pengupahan Provinsi NTT.

Dalam sosialisasi Coretax dan isu perpajakan terkini yang berlangsung di Kantor DPD RI Provinsi NTT pada Selasa,10 Desember 2024.

Ketua Umum KADIN NTT, Bobby Lianto, didampingi Sekretaris APINDO NTT, Tony Angtariksa Dima, menyatakan menerima kebijakan tersebut dengan “catatan”.

Bobby menekankan bahwa penetapan kenaikan UMP sebenarnya telah diatur melalui mekanisme Dewan Pengupahan, yang melibatkan pemerintah, pengusaha dan perwakilan serikat buruh.

Penentuan UMP diberlakukan berdasarkan variabel-variabel seperti inflasi dan pertumbuhan ekonomi.

Berdasarkan perhitungan ini, kenaikan UMP di NTT seharusnya berkisar 1,8%-2%.

Namun, keputusan pemerintah menetapkan angka 6,5%, yang jauh di atas perhitungan tersebut.

Bobby mengungkapkan bahwa meskipun dunia usaha menerima keputusan ini, kenaikan signifikan UMP berpotensi memberatkan sektor usaha.

“Kenaikan 6,5% ini perlu diikuti dengan kebijakan pendukung dari pemerintah, seperti insentif atau subsidi bagi perusahaan yang terdampak,” ujar Bobby.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com

+ Gabung

Exit mobile version