Daerah  

Roly Irene Faot Menepis Isu Hoaks Kasus Brimob EB

Avatar photo
https kompas.id wp content uploads 2020 03 20200330 H25 GKT E Paper Melawan Hoaks Covid 19 Cover mumed 1585588351

KR – Roly Irene Faot meluruskan berbagai informasi liar yang beredar di media sosial terkait insiden yang melibatkan anggota Brimob Polda NTT berinisial EB.

Klarifikasi tersebut disampaikan untuk menjelaskan kronologi kejadian yang belakangan viral dan menuai beragam spekulasi publik.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Menurut Roly, peristiwa tersebut bermula pada Rabu malam (06/12/2025) sekitar pukul 18.30 Wita.

Saat itu, EB menjemput dirinya untuk bersama-sama menuju tempat tugas guna mengikuti apel malam.

Dalam perjalanan, keduanya menemukan sebuah sepeda motor yang diduga milik korban terparkir dan menghalangi jalan di area tanjakan dekat sebuah kios kecil.

Roly menyebut, EB sempat menegur korban agar memindahkan kendaraan tersebut, namun teguran itu tidak segera direspons.

Baca Juga :  Poltekkes Kemenkes Kupang Raih Akreditasi Penuh untuk 12 Prodi

“Korbannya hanya melihat tanpa langsung memindahkan motor,” ungkap Roly.

Situasi tersebut memicu emosi EB hingga terjadi satu kali pukulan ke arah pipi kiri korban.

Roly menegaskan bahwa tindakan tersebut hanya terjadi sekali dan tidak berlanjut.

“Tidak ada pukulan lanjutan. Hanya satu kali,” tegasnya.

Setelah kejadian, EB sempat menanyakan alamat korban dengan tujuan mendatangi pemilik kos.

Menurut Roly, maksud EB adalah menyampaikan pesan agar penghuni kos tidak membuat masalah serupa di kemudian hari.

“Kami menuju kos korban untuk bertemu tuan kos, tapi tidak bertemu,” jelas Roly.

Ia juga menepis tudingan bahwa EB berada di bawah pengaruh alkohol saat kejadian.

Menurutnya, kondisi EB sepenuhnya sadar dan tidak dalam keadaan mabuk.

Baca Juga :  Ketua DPRD SBD Sebut Raih WTP Itu Penting, Tapi Pertahankan Lebih Sulit

“EB tidak mabuk. Kami juga buru-buru karena dia harus segera apel malam,” tambahnya.

Roly secara tegas membantah isu yang menyebut EB kembali ke lokasi kejadian untuk kedua kalinya.

Ia menilai informasi tersebut tidak benar dan menyesatkan.

“Itu hoaks. Banyak komentar jahat dari orang-orang yang tidak mengetahui kronologi sebenarnya,” ujarnya.

Ia berharap pemberitaan di media sosial maupun media daring dapat menyajikan informasi secara berimbang dengan menghadirkan keterangan dari kedua belah pihak, termasuk saksi mata yang berada langsung di lokasi kejadian.

Sementara itu, ada rencana mediasi antara pihak korban dan EB telah dijadwalkan sebagai upaya penyelesaian secara kekeluargaan. (KR/Tim)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com

+ Gabung