Daerah  

Peringati Satu Tahun Hari Keadilan Ekologis, WALHI NTT Desak Pembangunan Berbasis Keselamatan Rakyat dan Alam

Avatar photo
Reporter : Ivan Wuran
IMG 20260921 WA0115
Peringatan satu tahun Hari Keadilan Ekologis Nasional pada 20 September 2026, dengan mengusung tema _"Dari Tapak untuk Keadilan Antar Generasi: Merawat Masa Depan NTT di Tengah Bencana Ekologi.".//Foto.dok. WALHI NTT

Hutan, sungai, laut, tanah, ekosistem, satwa, dan keanekaragaman hayati dipandang sebagai bagian dari komunitas kehidupan yang perlu dihormati, dilindungi, dan dijaga keberlanjutannya.

Dalam konteks tersebut, WALHI NTT mendorong agar kepentingan generasi mendatang menjadi bagian penting dalam hukum, kebijakan, dan pengambilan keputusan pembangunan.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Tema “Dari Tapak untuk Keadilan Antargenerasi” dimaknai sebagai refleksi atas jejak perjuangan petani, nelayan, masyarakat adat, perempuan, dan orang muda yang mempertahankan ruang hidup serta lingkungan di wilayah masing-masing.

Baca Juga :  Diduga Walpri Bupati Simon Nahak Jadi Calo Proyek Di Malaka Hingga Meraup Puluhan Juta 

WALHI menilai keputusan pembangunan yang diambil hari ini akan menentukan kualitas lingkungan hidup generasi mendatang. Karena itu, pemenuhan kebutuhan generasi sekarang tidak boleh mengorbankan hak generasi berikutnya untuk menikmati lingkungan hidup yang baik dan sehat.

Rilis tersebut juga menyinggung Deklarasi Sumba yang menegaskan hak generasi mendatang untuk mewarisi bumi yang layak huni.

Baca Juga :  Dana Bantuan Gempa Flores Diawasi Berlapis, Gubernur Melki: Tak Boleh Ada Celah Korupsi

*TAP MPR IX/2001 Jadi Rujukan Tata Kelola Sumber Daya Alam*

WALHI NTT mendorong agar gagasan keadilan ekologis dan keadilan antargenerasi tidak berhenti sebagai wacana moral, tetapi diterjemahkan ke dalam kerangka hukum dan kebijakan yang konkret.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com

+ Gabung