Daerah  

Musim Hujan di NTT Mundur ke Desember, BMKG Bagi 5 Tips untuk Petani: Pakai Varietas Umur Pendek

Avatar photo
Reporter : Ivan Wuran
IMG 20260926 172840
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani saat menyampaikan prediksi musim hujan 2026/2027 yang mundur hingga Desember 2026 akibat El Nino sangat kuat dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (22/9/2026). BMKG membagikan 5 tips adaptasi untuk petani di NTT agar terhindar dari gagal panen. Foto: Tangkapan layar YouTube BMKG.

KUPANG, kabartimor.com–- Setelah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi awal musim hujan 2026/2027 di Nusa Tenggara Timur (NTT) mundur hingga Desember 2026 akibat El Nino sangat kuat, BMKG langsung memberikan rekomendasi khusus untuk sektor pangan dan petani.

Rekomendasi ini disampaikan dalam Konferensi Pers Prediksi Musim Hujan 2026/2027 di Gedung MHEWS BMKG Jakarta, Selasa (22/9/2026).

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengatakan, mundurnya musim hujan di 529 ZOM atau 61,08% wilayah Indonesia termasuk NTT, harus disikapi petani dengan mengubah strategi tanam.

Baca Juga :  Potensi Desa Ngada Dioptimalkan, Pemprov NTT Pacu Ekonomi Lewat OVOP

“Jika dibandingkan normalnya, durasi musim hujan 2026/2027 diprediksi lebih pendek pada 482 ZOM,” ujar Faisal.

Berikut 5 rekomendasi BMKG untuk petani di NTT menghadapi musim hujan mundur:

*Atur Ulang Jadwal Tanam*

Jangan paksakan tanam di bulan Oktober-November seperti biasa. Tunggu kepastian hujan datang di Desember 2026. BMKG memprediksi sebagian besar NTT baru masuk musim hujan pada Desember.

Baca Juga :  Siklon Tropis 96S Picu Cuaca Buruk di NTT, Ini Peringatan Dini BMKG

*Gunakan Varietas Siklus Pendek (Umur Pendek)*

Karena durasi hujan lebih pendek, petani diimbau memilih varietas padi dan jagung yang umurnya lebih pendek, agar bisa panen sebelum kemarau datang lagi. Ini kunci agar tidak gagal panen.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com

+ Gabung