Program One Village One Product (OVOP), yang turut diluncurkan, menjadi bagian tak terpisahkan dari strategi pembangunan ekonomi desa.
Gubernur Melki menekankan bahwa OVOP bukan sekadar slogan satu desa satu produk, namun merupakan gerakan sosial, ekonomi, dan budaya yang berkelanjutan.
“Setiap desa didorong mengenali dan mengembangkan produk unggulannya berdasarkan inovasi dan kearifan lokal. OVOP bukan hanya satu desa satu produk, tapi pusat kebangkitan ekonomi desa,” tegasnya.
Gubernur juga menyampaikan bahwa OVOP NTT akan menjadi landasan kuat dari Gerakan Beli Produk NTT, yang bertujuan menjadikan desa sebagai pusat inovasi dan produksi.
NTT dikenal memiliki kekayaan alam melimpah seperti sabana, laut, sumber daya energi terbarukan, dan potensi wisata bahari Laut Sawu.
Potensi ini akan dioptimalkan melalui sinergi antara KKPD dan OVOP, menjadikan NTT sebagai provinsi mandiri dan berdaya saing tinggi.
Dengan dukungan berbagai program pembangunan dan partisipasi masyarakat, pemerintah optimistis bahwa NTT akan bangkit sebagai lokomotif ekonomi wilayah timur Indonesia, yang tidak hanya kuat di dalam negeri, tetapi juga diperhitungkan di tingkat internasional.
“OVOP menjadi dasar dari Gerakan Beli Produk NTT, menjadikan desa sebagai pusat produksi dan inovasi, bukan sekadar tempat tinggal,” pungkas Gubernur Melki Laka Lena. (**/NL)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












