“Saat ini, sumber air masih mengandalkan musim hujan, tetapi ada rencana untuk memanfaatkan sisa lahan pertanian yang hampir mencapai 10 hektar agar lebih optimal di masa mendatang,” tambahnya.
Maliki menekankan bahwa inisiatif pertanian di Lapas Kupang telah berjalan jauh sebelum adanya instruksi langsung dari pemerintah pusat.
Ia berharap program ini mendapatkan dukungan dari berbagai pihak agar dapat terus berkelanjutan.
“Jika satu hektar bisa menghasilkan 2,5 ton jagung, maka kita bisa membayangkan potensi besar yang bisa dicapai dengan lahan yang lebih luas,” tambahnya.
Di akhir acara, Maliki mengajak semua pihak untuk terus mendukung program ini.
Ia berharap hasil panen dapat segera dimanfaatkan untuk kebutuhan warga binaan serta petugas pemasyarakatan.
“Semangat terus! Program ini sangat bermanfaat bagi kita semua. Mari kita lanjutkan bersama,” tutupnya.**
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












