Materi yang diberikan sangat komprehensif dan kekinian: mulai dari penyusunan narasi strategis, pemetaan kebutuhan media, teknik penulisan siaran pers yang berkelas, peliputan, fotografi dan videografi profesional, hingga pengemasan konten visual kreatif dan pemanfaatan AI secara bertanggung jawab.
Peserta diajarkan formula jurnalistik paten Kompas yakni _Detail, Frame, Angle, Time_, serta rahasia storytelling human interest 5F: _Fear, Food, Female, Faith, Fun_, agar konten pemerintah NTT lebih dekat secara emosional dengan masyarakat.
Untuk video pendek, peserta dilatih memperhatikan konteks, alur cerita, hook di detik awal, subtitle, hingga Call to Action.
*Apresiasi Untuk SKALA dan Komitmen Jaga Etika AI*
Dalam arahannya, Abrianto menyampaikan apresiasi tinggi kepada SKALA NTT yang telah memfasilitasi workshop sebagai bentuk pengembangan SDM Pemerintah Provinsi NTT. Ia menegaskan Biro Adpim memiliki posisi strategis sebagai pelayan kepala daerah, ASN, dan masyarakat.
Sementara Antonius mengingatkan pentingnya etika. AI harus ditempatkan sebagai alat bantu riset dan penyederhanaan bahasa teknis, bukan pengganti verifikasi manusia.
“Pertimbangan etis, empati, sensitivitas sosial, serta tanggung jawab akhir tetap berada pada manusia,” pesannya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












