Daerah  

Kunjungi BPS, Menteri PPN dan Gubernur NTT Perkuat Pembangunan Berbasis Data, Pertanian Jadi Kunci

Avatar photo
Reporter : Ivan Wuran
IMG 20260914 WA0192
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy bersama Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, saat mengunjungi Kantor Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTT, Senin (15/9/2026).

Ia mencontohkan produktivitas jagung yang saat ini berada di kisaran 2,6 ton per hektare. Jika mampu ditingkatkan menjadi 4 ton per hektare, maka akan terjadi lonjakan produktivitas yang signifikan.

“Kalau peningkatan itu dilakukan secara luas, dampaknya akan sangat besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” demikian penegasan Rachmat dalam pertemuan tersebut.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Selain pertanian, Menteri PPN/Kepala Bappenas juga mendorong penguatan hilirisasi komoditas lokal NTT. Menurutnya, hilirisasi tidak selalu harus dimulai melalui pembangunan industri berskala besar. Pengolahan sederhana yang mampu meningkatkan nilai tambah produk masyarakat juga menjadi langkah penting.

Baca Juga :  Nelayan Asal Loaholu Rote Ndao Tewas Tenggelam di Pantai Tasilo

Komoditas seperti ikan, daging, cokelat hingga berbagai hasil pertanian lokal dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan melalui pengolahan yang memberikan nilai ekonomi lebih tinggi bagi masyarakat.

Dalam kaitan dengan pengendalian inflasi, Rachmat juga mendorong pemerintah memanfaatkan data BPS untuk merumuskan intervensi yang tepat sasaran.

Ia mencontohkan fluktuasi harga ikan yang dapat diantisipasi melalui penguatan koperasi nelayan, penyediaan pabrik es serta pembangunan fasilitas cold storage. Dengan penguatan sistem tersebut, pasokan ikan dapat lebih terjaga dan harga di pasaran menjadi lebih stabil.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com

+ Gabung