Ia juga menyampaikan rasa bangga kepada seluruh anggota yang mampu mengelola pinjaman dengan baik.
“Panen raya bawang di Batu Lesa membuktikan bahwa koperasi mampu menjadi motor penggerak ekonomi desa. Dengan skema pinjaman grace period, petani bisa berproduksi tanpa beban cicilan bulanan,” tandasnya.
Ke depan, Kopdit Swasti Sari bersama Ibu Ketua PKK NTT menargetkan agar program ini bisa direplikasi di berbagai wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), bahkan hingga tingkat nasional.
Reporter : HN
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












