Wali Kota menegaskan bahwa TPST di setiap kecamatan harus memiliki fasilitas pengolahan yang lengkap. Jika ada investor yang ingin menambahkan teknologi seperti pirolisis, mereka dapat bekerja sama dengan Pemkot Kupang untuk memperluas skema pengolahan sampah.
“Saya ingin TPST di setiap kecamatan memiliki fasilitas pengolahan yang lengkap. Jika ada teknologi lain yang bisa ditambahkan, kita terbuka untuk kolaborasi lebih luas,” ujar dr. Chris.
Melalui kerja sama ini, Pemkot Kupang menargetkan pengurangan volume sampah yang dibuang ke TPA hingga 85%, sekaligus meningkatkan efisiensi pengelolaan sampah dan menciptakan dampak ekonomi bagi masyarakat.
Founder Containder, Billy Mambrasar, menegaskan bahwa pihaknya siap mendukung 100 hari program dr. Chris dan Serena dalam menciptakan dampak signifikan bagi lingkungan.
Beberapa inisiatif strategis yang akan dilakukan Containder meliputi:
Penyediaan mesin pencacah, mesin pengepres, serta sistem RDF. Pengiriman sampah plastik ke offtakes untuk diolah menjadi nilai ekonomi.
Pengumpulan 1000 ton sampah dengan membuka lapangan pekerjaan bagi warga lokal.
Pemanfaatan aplikasi digital serta motor listrik untuk mendukung operasional pengelolaan sampah. Pengembangan UMKM Kota Kupang Bersama Containder
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












