Dolfus juga mendorong optimalisasi pemanfaatan dana desa untuk membangun hutan rakyat.
Dengan potensi 3.000 desa di NTT, jika setiap desa menanam di 5 hektar lahan, maka dalam satu tahun akan tercipta 15.000 hektar hutan baru.
“Intervensi ini murah, tapi dampaknya luar biasa. Ini langkah strategis dan satu-satunya di Indonesia, dan kami harap Komisi IV DPR RI bisa mendorong kebijakan alokasi dana desa untuk lingkungan,” katanya.
Ia menekankan perlunya kerja kolaboratif lintas sektor.
Menurutnya, keterbatasan NTT baik secara geografis, sosial budaya, maupun kelembagaanhanya bisa diatasi dengan kerja terpadu, bukan kerja parsial.
“Semua potensi bangsa di NTT harus dikoneksikan. Masyarakat kita adalah kekuatan. Melalui penguatan di tingkat desa, kita bisa mendorong transformasi yang nyata.”
Dolfus menargetkan pembangunan berkelanjutan yang mencakup produktivitas pertanian sepanjang tahun, kesinambungan produksi baik di musim hujan maupun kemarau, serta peningkatan identitas wilayah melalui keberhasilan program lingkungan dan pangan.
“Kalau kesinambungan ini terjadi, maka kita bisa mencapai tiga hal baik Produktifitas, keberlanjutan dan kemandirian/otonom. Semua pihak harus berperan dan punya tanggung jawab yang sama,” tegasnya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












