NEKAMESE, kabartimor.com —Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma menegaskan pelayanan gereja harus hadir dan memberi dampak nyata kehidupan masyarakat termasuk menjawab persoalan kemiskinan, stunting, keadilan sosial, pendidikan hingga pelestarian lingkungan di NTT. Penegasan itu disampaikannya di hadapan 630 pendeta GMIT dalam Konven Teritori Kupang Daratan dan Semau.
Kegiatan rohani terbesar GMIT tersebut dilaksanakan pada 22-24 September 2026 di Sekolah Lapangan Nekamese, Kabupaten Kupang, dan menjadi momentum konsolidasi pelayanan transformatif sekaligus ruang pembaruan rohani bagi para pelayan di wilayah Kupang Daratan dan Pulau Semau.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada 22-24 September 2026, bertempat di Sekolah Lapangan Nekamese dan diikuti sekitar 630 Pendeta Teritori Kupang Daratan dan Semau.
Menurut Wagub Johni, Konven bukan sekadar forum membahas agenda organisasi, tetapi menjadi momentum untuk meneguhkan panggilan, merawat kebersamaan, dan menghidupkan pelayanan yang transformatif.
“Pelayanan harus hadir di tengah pergumulan nyata masyarakat. Gereja tidak hanya menjadi tempat untuk beribadah, tetapi juga menjadi kekuatan moral dan sosial yang ikut menghadirkan solusi serta perubahan bagi kehidupan masyarakat,” tegasnya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
