Ia mengajak para pelayan GMIT untuk memperkuat panggilan pelayanan, menjaga persatuan dan persaudaraan, serta mengambil bagian dalam menjawab berbagai persoalan masyarakat NTT, termasuk kemiskinan, stunting, keadilan sosial, pendidikan, dan pelestarian lingkungan.
Ketua Majelis Sinode GMIT, Samuel Pandie, mengatakan Konven menjadi momentum penting bagi para pelayan untuk melakukan refleksi, kembali belajar, sekaligus memperkuat identitas dalam melanjutkan pelayanan iman kepada masyarakat.
Sementara itu, Bupati Kupang, Yosef Lede, menyampaikan dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Kupang terhadap berbagai program pelayanan keagamaan, termasuk pelayanan GMIT.
Dalam kesempatan tersebut, Wagub Johni juga menyampaikan dukacita mendalam atas peristiwa yang terjadi mulai dari bencana di Pulau Flores, serta penembakan di Papua yang menyebabkan tiga ASN meninggal dunia, termasuk dua orang asal NTT.
“Atas nama Pemerintah Provinsi NTT dan seluruh masyarakat NTT, saya menyampaikan prihatin turut berdukacita yang sedalam-dalamnya atas bencana gempa bumi di Pulau Flores, selain itu juga kepada keluarga korban penembakan di papua. Semoga keluarga diberikan kekuatan, ketabahan, dan penghiburan dari Tuhan,” ujarnya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
