Daerah  

Gubernur NTT Dorong Jasa Konstruksi Perkuat Ekonomi Daerah

Avatar photo
IMG 20260113 165744 812 2

Program prioritas yakni pembangunan sumur bor, penanganan jalan melalui skema long segment, rekonstruksi jaringan air, hingga peningkatan akses sanitasi seperti WC dan pengelolaan air limbah.

Menurutnya, keterbatasan anggaran daerah menjadi tantangan tersendiri.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Dari total APBD, alokasi infrastruktur belum dapat mencapai porsi ideal karena kewajiban besar pada sektor pendidikan yang hampir menyerap 50 persen anggaran.

Meski demikian, Pemprov NTT tetap melakukan efisiensi dan refocusing anggaran agar program infrastruktur strategis tetap berjalan.

Baca Juga :  Menyusuri Pedalaman Sumba, Debora Lende Bawa Suara Pendidikan yang Tertinggal

“Kami memotong banyak anggaran yang tidak prioritas agar investasi dan pembangunan infrastruktur tetap berjalan. Ini dilakukan melalui koordinasi dengan kabupaten/kota dan dukungan pemerintah pusat melalui balai-balai teknis,” jelasnya.

Gubernur Melki juga memaparkan kondisi infrastruktur NTT, di antaranya panjang jalan provinsi mencapai 2.687 kilometer dengan kondisi mantap sekitar 67 persen.

Selain itu, pembangunan embung baru mencapai 34 unit dari target 142 unit, serta akses air minum layak rumah tangga pada tahun 2025 mencapai 89,86 persen.

Baca Juga :  Lowongan Kerja Terbaru PT Sinar Mas Agribusiness: Bergabung di Industri Kelapa Sawit

Di sektor perumahan, Pemprov NTT merancang program gotong royong bedah rumah dengan alokasi sekitar Rp20 juta per unit untuk lebih dari 31 ribu rumah, melibatkan kolaborasi pemerintah provinsi, kabupaten/kota, dan desa melalui dana desa.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com

+ Gabung