Program prioritas yakni pembangunan sumur bor, penanganan jalan melalui skema long segment, rekonstruksi jaringan air, hingga peningkatan akses sanitasi seperti WC dan pengelolaan air limbah.
Menurutnya, keterbatasan anggaran daerah menjadi tantangan tersendiri.
Dari total APBD, alokasi infrastruktur belum dapat mencapai porsi ideal karena kewajiban besar pada sektor pendidikan yang hampir menyerap 50 persen anggaran.
Meski demikian, Pemprov NTT tetap melakukan efisiensi dan refocusing anggaran agar program infrastruktur strategis tetap berjalan.
“Kami memotong banyak anggaran yang tidak prioritas agar investasi dan pembangunan infrastruktur tetap berjalan. Ini dilakukan melalui koordinasi dengan kabupaten/kota dan dukungan pemerintah pusat melalui balai-balai teknis,” jelasnya.
Gubernur Melki juga memaparkan kondisi infrastruktur NTT, di antaranya panjang jalan provinsi mencapai 2.687 kilometer dengan kondisi mantap sekitar 67 persen.
Selain itu, pembangunan embung baru mencapai 34 unit dari target 142 unit, serta akses air minum layak rumah tangga pada tahun 2025 mencapai 89,86 persen.
Di sektor perumahan, Pemprov NTT merancang program gotong royong bedah rumah dengan alokasi sekitar Rp20 juta per unit untuk lebih dari 31 ribu rumah, melibatkan kolaborasi pemerintah provinsi, kabupaten/kota, dan desa melalui dana desa.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












