Ia mengaku sebelumnya petani belum memahami teknik pengendalian hama yang efektif. Setelah mengikuti magang, mereka belajar membuat dan menerapkan pestisida nabati sehingga tanaman dapat tumbuh lebih baik.
Selain itu, para petani juga memperoleh pengetahuan mengenai pola tanam, jarak tanam, persemaian hingga teknik pemupukan yang tepat.
“Iya, berbeda. Lalu cara tanam dengan jaraknya. Lalu persemaiyan. Mulai dari persemaiyan itu juga. Lalu cara untuk pengolahan sih saya rasa bahwa biasa, tetapi cara tanam, lalu bagaimana benih itu bisa bertumbuh baik itu kita mulai dari proses pemupukan sampai pada pengendalian hama,” ungkapnya.
Dari berbagai pengalaman yang diperoleh selama magang, teknik sambung pucuk menjadi hal yang paling berkesan bagi Gius. Namun teknik tersebut belum dapat diterapkan karena ketersediaan terung hutan sebagai batang bawah masih terbatas di wilayah mereka.
Pada Kamis (27/8/2026) siang itu, Bupati Flores Timur Antonius Doni Dihen menyambangi para petani di Kawasan tersebut, usai meresmikan sumur bor di Desa Tanah Werang, Kecamatan Solor Timur.
Menjelang sore, suasana di kawasan pertanian semakin hangat. Sambil menikmati kopi bersama para petani, Bupati Flores Timur mendengarkan berbagai cerita dan harapan yang disampaikan para petani.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
