KR – Anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dari Fraksi NasDem, Inosensius Fredy Mui, memberikan pandangan tegas terkait persiapan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank NTT .
Ia berharap keputusan nanti dapat mengakomodir hasil RUPS sebelumnya.
Menurut Fredy, jumlah direksi yang terlalu banyak akan berdampak langsung pada tingginya biaya operasional perbankan, termasuk fasilitas dan gaji.
“Kalau bisa, dari tujuh direksi menjadi lima saja. Dengan begitu, biaya operasional bisa ditekan sehingga laba Bank NTT meningkat dan target deviden bisa tercapai,” ujar Fredy Mui pada Senin 10/11/2025.
Ia menjelaskan bahwa sebelumnya terdapat kekurangan modal inti minimum mendekati sekitar Rp600 miliar, dan sisanya menjadi kesanggupan pihak Bank Jatim.
Menurutnya, secara regulasi kondisi ini sudah sesuai dengan ketentuan permodalan minimum.
Namun, tantangan muncul karena di satu sisi pemerintah provinsi menargetkan peningkatan deviden, sementara di sisi lain biaya operasional bank terus meningkat.
“Target laba tinggi itu bagus, tapi harus diimbangi dengan efisiensi struktur organisasi. Jangan sampai beban operasional justru menurunkan pendapatan,” tambahnya.
Fredy juga menyoroti persoalan internal terkait penempatan direksi dan posisi Dirut Bank NTT.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
