*FLORES: KETIKA BENCANA DAN BERKAH BERDIRI BERSEBELAHAN*
Di pulau ini, manusia hidup sangat dekat dengan kekuatan alam.
Gunung api dapat memberi tanah. Tetapi gunung api juga dapat menguji manusia. Hujan memberi kehidupan. Tetapi hujan deras di lereng yang rapuh dapat membawa longsor. Laut memberi ikan. Tetapi laut juga menyimpan ancaman tsunami. Tanah memberi hasil. Tetapi tanah yang sama membutuhkan perlindungan dari erosi.
Tidak ada hadiah alam yang benar-benar datang tanpa tanggung jawab. Itulah hukum yang diam-diam ditulis bumi di Flores dan Nusa Tenggara.
*DAN MUNGKIN ITULAH YANG MEMBUAT MANUSIANYA KUAT*
Orang yang tumbuh di tanah yang mudah mungkin belajar menikmati hasil. Tetapi orang yang tumbuh di tanah yang sulit belajar menghargai proses.
Mereka tahu bagaimana rasanya menunggu hujan. Tahu bagaimana rasanya melihat kebun mengering. Tahu bahwa sebutir jagung bukan sekadar makanan.
Di baliknya ada tanah. Ada hujan. Ada keringat. Ada doa. Ada harapan. Dan ada ketabahan.
Karena itu, jangan pernah menganggap tanah Flores dan Nusa Tenggara sebagai tanah yang miskin hanya karena sebagian lanskapnya tampak kering.
Kering bukan berarti mati.
Sulit bukan berarti miskin.
Dan kerasnya alam bukan berarti kecilnya kehidupan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
