Indeks
Daerah  

FLORES DAN NUSA TENGGARA: Tanah yang Ditempa Api, Diuji Kekeringan, Namun Tak Pernah Berhenti Memberi Kehidupan

Reporter : Ivan Wuran
IMG 20260906 205735

*TANAH YANG MENGAJARKAN KITA UNTUK TIDAK MENYERAH*
Mungkin, pada akhirnya, Flores dan Nusa Tenggara bukanlah cerita tentang tanah yang mudah. Ia adalah cerita tentang tanah yang menguji. Tanah yang ditempa api. Dibentuk oleh pergerakan bumi. Dikeringkan matahari. Dibasahi hujan yang datang musiman. Dan dijaga oleh manusia yang tidak pernah berhenti berharap.

Di tanah seperti inilah sebuah pelajaran besar tumbuh: bahwa kehidupan tidak selalu membutuhkan keadaan yang sempurna untuk tumbuh. Kadang kehidupan justru tumbuh paling kuat ketika keadaan memaksanya untuk bertahan.

Dan ketika kita melihat seorang petani Flores berdiri di ladangnya, menatap langit menunggu hujan, mungkin yang sebenarnya sedang kita lihat bukan sekadar seorang petani.

Kita sedang melihat manusia yang telah belajar dari bumi. Bahwa setelah musim kering selalu ada kemungkinan hujan. Bahwa setelah tanah retak masih ada benih yang bisa tumbuh. Dan bahwa selama manusia masih mau menanam, harapan belum pernah benar-benar mati.

Tulisan ini merujuk pada kajian berikut:
1. Hikmatullah, H., Subagyo & B.H. Prasetyo, _Indonesian Journal of Agricultural Science_, “Soil Properties of the Eastern Toposequence of Mount Kelimutu, Flores Island, East Nusa Tenggara and Their Potential for Agricultural Use”
2. Hikmatullah & Kesumo Nugroho, _Journal of Tropical Soils_, “Tropical Volcanic Soils From Flores Island, Indonesia”
3. Sukarman, Ai Dariah & Suratman, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, “Tanah Vulkanik di Lahan Kering Berlereng dan Potensinya untuk Pertanian di Indonesia”
4. Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan, _Profil Taman Nasional Kelimutu_

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com

+ Gabung

Exit mobile version