Indeks
Daerah  

FLORES DAN NUSA TENGGARA: Tanah yang Ditempa Api, Diuji Kekeringan, Namun Tak Pernah Berhenti Memberi Kehidupan

Reporter : Ivan Wuran
IMG 20260906 205735

Karena satu kesalahan di tanah yang sulit bisa berarti satu musim panen yang hilang.

*SATU TETES HUJAN BISA BERARTI SATU MUSIM KEHIDUPAN*
Bagi orang yang hidup di wilayah dengan hujan melimpah, hujan mungkin hanya berarti payung dan jalan basah.

Tetapi di sebagian Nusa Tenggara, hujan memiliki makna yang jauh lebih dalam. Hujan berarti sumur terisi. Mata air bernapas. Ternak mendapatkan air. Jagung mulai tumbuh. Kebun kembali hijau. Anak-anak melihat ladang yang sebelumnya cokelat berubah menjadi kehidupan.

Karena itu, hujan di tanah ini bukan sekadar fenomena cuaca. Ia adalah kabar baik.

Dan ketika hujan tidak kunjung datang, manusia belajar menunggu.

*DI SINILAH TANAH MENGAJARI MANUSIA TENTANG KETEGUHAN*
Tanah tidak pernah berteriak ketika kehilangan air. Ia hanya mengering. Tidak mengeluh ketika diterpa panas. Ia hanya retak. Tidak meminta ketika erosi membawa lapisan suburnya pergi. Ia hanya kehilangan sedikit demi sedikit.

Tetapi manusia yang hidup bersamanya mengerti. Mereka tahu bahwa jika tanah rusak, kehidupan ikut kehilangan rumah.

Karena itu, menjaga tanah bukan sekadar urusan pertanian. Menjaga tanah adalah menjaga masa depan keluarga. Menjaga mata air adalah menjaga masa depan desa. Menjaga hutan adalah menjaga air yang akan diminum anak-anak kelak.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com

+ Gabung

Exit mobile version