KR – Antonius H. Jawa Gili, Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kupang, mengungkapkan sejumlah program prioritas yang tengah dijalankan.
Dalam masa transisi menuju pemisahan fungsi di bawah Kementerian Hukum, Kementerian HAM, dan Kementerian Imigrasi serta Kemasyarakatan, Lapas Kelas IIA Kupang fokus pada kegiatan ketahanan pangan sebagai wujud dukungan terhadap arahan Presiden.
Antonius menjelaskan bahwa Lapas Kelas IIA Kupang telah memanfaatkan lahan sekitar untuk penanaman berbagai jenis tanaman pangan.
“Kami telah menanam jagung di lahan hampir dua hektar, pepaya, serta sayuran seperti sawi, kangkung, terong, dan cabai California,” ujar Antonius di ruangan kerjanya pada Kamis, 16 Januari 2025.
Menurutnya dari hasil panen dari kegiatan ini didistribusikan kepada pengelola dapur untuk kebutuhan pangan warga binaan tanpa melibatkan penjualan ke pihak luar.
“Semua hasil berupa sayur-sayuran langsung kami berikan ke dapur untuk memastikan kebutuhan pangan warga binaan terpenuhi,” tambahnya.
Selain itu, Lapas juga mengelola dua kolam lele yang hasilnya akan dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan gizi warga binaan.
Program ketahanan pangan ini mendapat dukungan dari Balai Pembibitan yang menyediakan bibit jagung serta memberikan bimbingan dalam proses pengelolaan tanaman.












