KUPANG, kabartimor.com –Peringatan Satu Tahun Hari Keadilan Ekologis tidak hanya dipusatkan di Kupang. Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar aksi serentak di tiga pulau besar, yakni Flores, Sumba, dan Timor sebagai bentuk konsolidasi gerakan rakyat penjaga lingkungan.
Aksi di tiga pulau tersebut menjadi simbol bahwa persoalan ekologis di NTT adalah persoalan bersama, dari ujung Manggarai hingga ujung Malaka.
Di Pulau Flores, kader WALHI bersama komunitas adat menggelar diskusi dan mimbar bebas menyoroti ancaman proyek geotermal yang dinilai mengancam ruang hidup warga dan sumber air. Di Pulau Sumba, aksi difokuskan pada isu deforestasi dan perampasan lahan untuk investasi skala besar yang merugikan petani lokal.
Sementara di Pulau Timor, yang dipusatkan di Kota Kupang, WALHI menggelar konferensi pers dan menyerukan agar pembangunan di NTT harus berlandaskan pada prinsip keselamatan rakyat dan alam.
Direktur Eksekutif Daerah WALHI NTT, Yuvensius S. Nonga, S.H., M.H., menegaskan bahwa aksi tiga pulau ini adalah pesan kuat bahwa keadilan ekologis tidak bisa ditawar.
“Peringatan ini kami lakukan di tiga pulau besar untuk menegaskan bahwa dari Flores, Sumba, hingga Timor, rakyat NTT bersatu menuntut pembangunan yang adil, lestari, dan bermartabat. Tidak ada lagi pembangunan yang mengorbankan rakyat dan merusak alam,” tegas Yuvensius dalam rilisnya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












