Daerah  

BMKG Prediksi Kondisi Cuaca Ekstrem di Wilayah NTT Dipengaruhi oleh Lima Hal

Avatar photo
Reporter : Hendrik
Screenshot 20250130 115823 Gallery

KR – Cuaca ekstrem yang melanda wilayah NTT telah menyebabkan berbagai kerusakan, terutama pada jaringan irigasi.

Hal tersebut disampaikan PJ Gunernur NTT, Andriko Noto Susanto pada Kamis, 30 Januari 2025 di Kantor Gubernur NTT.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Ia menjelaskan bahwa banyak petani tidak bisa melakukan penanaman akibat sistem irigasi yang jebol karena banjir.

“Kita akan segera memperbaiki jaringan-jaringan irigasi yang rusak agar petani dapat kembali beraktivitas.”

Baca Juga :  Prospek Cuaca di NTT 10 Hingga 16 Oktober di Beberapa Wilayah

“Selain itu, BPBD di tingkat provinsi dan kabupaten diminta terus berkoordinasi untuk melakukan mitigasi dan mengidentifikasi dampak banjir, termasuk kemungkinan adanya korban,” ujar Andriko.

Ia juga menegaskan bahwa pemerintah provinsi dan kabupaten telah menyiapkan cadangan pangan, khususnya beras yang tersedia di Bulog.

Jika bencana semakin meluas, BNPB siap dikerahkan untuk membantu penanganan lebih lanjut.

Baca Juga :  Tokoh Pemerhati Masyarakat Dukung APIP Dan APH Audit DD Wederok Yang Diduga Korupsi 

Kepala Stasiun Klimatologi NTT, Rahmattulloh Adji, menjelaskan bahwa kondisi cuaca ekstrem di wilayah NTT dipengaruhi oleh lima fenomena atmosfer utama.

Diantaranya Monsun Asia, La Niña lemah, sirkulasi siklonik, gelombang Kelvin, dan Madden-Julian Oscillation (MJO).

“Saat ini, hampir seluruh wilayah NTT sudah memasuki puncak musim hujan, dan beberapa hari terakhir curah hujan mencapai tingkat ekstrem.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com

+ Gabung