Secara nasional, sebanyak 529 Zona Musim (ZOM) atau 61,08 persen wilayah Indonesia diperkirakan mengalami kemunduran awal musim hujan dibandingkan rerata klimatologis 1991-2020.
*NTT Baru Hujan Desember*
Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan menjelaskan, awal musim hujan tidak terjadi secara serentak. Sebagian besar wilayah baru akan mengawali musim hujan pada November dan Desember 2026.
Khusus untuk NTT, BMKG membagi dalam dua fase:
Pada November 2026, sebanyak 185 ZOM atau 24,66 persen wilayah nasional diprediksi mulai memasuki musim hujan. Wilayah tersebut mencakup sebagian Sumatera, Jawa, Kalimantan, Bali, NTB, *NTT (sebagian kecil)*, Sulawesi, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat bagian utara, dan Papua Selatan.
Sementara pada Desember 2026, sebanyak 266 ZOM baru memasuki musim hujan, termasuk sebagian Lampung, sebagian besar Jawa, Kalimantan Selatan, dan *sebagian besar Bali dan NTT*.
Artinya, sebagian besar wilayah NTT seperti Daratan Timor, Sumba, Alor, Lembata, dan Flores baru akan memasuki musim hujan pada Desember 2026.
*Puncak dan Sifat Hujan*
BMKG memprediksi puncak musim hujan 2026/2027 akan terkonsentrasi pada Desember 2026 hingga Februari 2027.
Dari sisi sifat hujan, akumulasi curah hujan selama musim hujan di 510 ZOM atau 69,76 persen wilayah Indonesia diprediksi berada dalam kategori normal atau mendekati rata-rata klimatologisnya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












