Daerah  

ARAKSI Beri Pilihan: Hentikan MBG dan Kopdes atau Korbankan PPPK di NTT

Avatar photo
WhatsApp Image 2026 03 05 at 23.22.30
Ketua Aliansi Rakyat Anti Korupsi (ARAKSI) NTT, Alfred Baun.

“Kalau gubernur mau pasang badan, jangan sampai PPPK yang menjadi korban. Program yang berpotensi membuka ruang kerugian negara yang menguntungkan segelintir orang justru harus dievaluasi terlebih dahulu,” katanya.

Sebagai solusi, ARAKSI menawarkan beberapa langkah strategis yang dinilai lebih konstruktif dibanding merumahkan PPPK.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Pertama, mendorong adanya kebijakan otonomi khusus bagi NTT agar daerah memiliki ruang fiskal yang lebih kuat dalam pembiayaan pembangunan dan belanja pegawai.

Baca Juga :  Prospek Cuaca di NTT 10 Hingga 16 Oktober di Beberapa Wilayah

Kedua, memperjuangkan peningkatan dana transfer daerah dari pemerintah pusat agar beban fiskal daerah tidak terlalu berat.

Ketiga, membuka ruang dialog nasional terkait implementasi Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 agar lebih adaptif bagi daerah dengan kapasitas fiskal terbatas.

“Kalau kebijakan fiskal dijalankan tanpa solusi yang adil bagi daerah seperti NTT, dampaknya bisa meluas dan mempengaruhi stabilitas sosial,” ujarnya.

Baca Juga :  DPD LIN NTT Siap Kawal Pelaksanaan Program MBG di NTT

Alfred juga menyoroti cara komunikasi pemerintah daerah terkait isu tersebut. Ia menilai persoalan sebesar ini seharusnya melalui kajian internal terlebih dahulu sebelum disampaikan ke publik.

Menurutnya, pemerintah memiliki perangkat seperti biro hukum dan tim komunikasi yang seharusnya mampu menyaring dan menyiapkan pernyataan kebijakan secara matang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com

+ Gabung