Marinus juga mendorong Pemerintah Provinsi NTT membuat kebijakan agar setiap kabupaten memiliki lokasi khusus yang dapat digunakan sebagai tempat pengungsian ketika terjadi bencana.
“Bukan hanya di daratan Flores saja. Saya pikir di NTT ini, gubernur harus membuat satu kebijakan bahwa setiap kabupaten itu harus memiliki tempat pengamanan bencana,” katanya.
Menurut dia, tempat tersebut dapat menjadi titik aman bagi warga ketika bencana terjadi.
“Jadi ketika bencana itu terjadi, mereka bisa berlindung di satu titik. Tidak menyusahkan para relawan kita yang akhirnya mau berbagi, karena tidak susah mencari tempatnya,” jelasnya.
Ia menyebut keberadaan lokasi evakuasi yang jelas akan membuat penanganan korban bencana menjadi lebih terorganisasi.
“Memang harus ada satu wadah sendiri untuk menampung para korban bencana,” ujarnya.
Selain infrastruktur dan tempat pengungsian, Marinus juga menyoroti pentingnya sistem informasi kebencanaan.
Ia mengakui BMKG telah memiliki berbagai perangkat pemantauan gempa. Namun, menurutnya, informasi kepada masyarakat perlu dibuat lebih cepat, jelas dan mudah dipahami.
“Kalau terkait dengan peran BMKG, saya pikir mereka harus bekerja maksimal,” katanya.
Ia berharap masyarakat memperoleh informasi sedini mungkin mengenai potensi bahaya yang dapat mengancam keselamatan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
