“Jauh dari Harapan”
Menurut Marinus, kondisi ekonomi masyarakat Flores sebelum bencana saja sudah sulit. Gempa kemudian datang dan memperparah beban warga yang kehilangan rumah maupun sumber penghidupan.
“Saya pikir itu masih jauh dari harapan. Jauh dari harapan,” tegas Marinus ketika menanggapi skema bantuan bagi masyarakat terdampak pada Senin, 31 Agustus 2026.
Ia menilai pemerintah perlu mengkaji kembali besaran bantuan, terutama bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat bahkan hancur total.
“Kalau bagi mereka yang terdampak dengan kerusakan tempat tinggal yang parah, itu harus dibangunkan secara total,” ujarnya.
Bagi Marinus, rumah korban gempa tidak semestinya hanya dikembalikan seperti kondisi sebelum bencana.
Pembangunan kembali harus menjadi momentum menghadirkan rumah yang lebih aman dan sesuai dengan karakter wilayah rawan gempa.
“Minimal bangunan yang sudah standar dengan daerah gempa, daerah rawan bencana,” katanya.
Marinus mengatakan, masyarakat yang rumahnya hancur tidak memiliki kemampuan ekonomi yang sama untuk membangun kembali tempat tinggal mereka.
“Kalau yang rusak parah memang betul, itu kasih bangun 100 persen,” tegasnya.
Menurut dia, jika benar beredar informasi bahwa bantuan rusak ringan Rp 15 juta , rusak sedang Rp 30 juta maupun rusak berat Rp 75 Juta tidak cukup bagi keluarga yang sudah kehilangan tempat tinggal dan sedang menghadapi tekanan ekonomi.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
