KUPANG, kabartimor.com–- Setelah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi awal musim hujan 2026/2027 di Nusa Tenggara Timur (NTT) mundur hingga Desember 2026 akibat El Nino sangat kuat, BMKG langsung memberikan rekomendasi khusus untuk sektor pangan dan petani.
Rekomendasi ini disampaikan dalam Konferensi Pers Prediksi Musim Hujan 2026/2027 di Gedung MHEWS BMKG Jakarta, Selasa (22/9/2026).
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengatakan, mundurnya musim hujan di 529 ZOM atau 61,08% wilayah Indonesia termasuk NTT, harus disikapi petani dengan mengubah strategi tanam.
“Jika dibandingkan normalnya, durasi musim hujan 2026/2027 diprediksi lebih pendek pada 482 ZOM,” ujar Faisal.
Berikut 5 rekomendasi BMKG untuk petani di NTT menghadapi musim hujan mundur:
*Atur Ulang Jadwal Tanam*
Jangan paksakan tanam di bulan Oktober-November seperti biasa. Tunggu kepastian hujan datang di Desember 2026. BMKG memprediksi sebagian besar NTT baru masuk musim hujan pada Desember.
*Gunakan Varietas Siklus Pendek (Umur Pendek)*
Karena durasi hujan lebih pendek, petani diimbau memilih varietas padi dan jagung yang umurnya lebih pendek, agar bisa panen sebelum kemarau datang lagi. Ini kunci agar tidak gagal panen.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












