Daerah  

Dari Flores Hingga Sumba, WALHI NTT Peringati Hari Keadilan Ekologis dengan Aksi Serentak di Tiga Pulau Besar

Avatar photo
Reporter : Ivan Wuran
IMG 20260922 WA2897
Peringatan Satu Tahun Hari Keadilan Ekologis tidak hanya dipusatkan di Kupang. Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar aksi serentak di tiga pulau besar, yakni Flores, Sumba, dan Timor sebagai bentuk konsolidasi gerakan rakyat penjaga lingkungan.//Foto.dok. WALHI NTT

KUPANG, kabartimor.com –Peringatan Satu Tahun Hari Keadilan Ekologis tidak hanya dipusatkan di Kupang. Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar aksi serentak di tiga pulau besar, yakni Flores, Sumba, dan Timor sebagai bentuk konsolidasi gerakan rakyat penjaga lingkungan.

Aksi di tiga pulau tersebut menjadi simbol bahwa persoalan ekologis di NTT adalah persoalan bersama, dari ujung Manggarai hingga ujung Malaka.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Di Pulau Flores, kader WALHI bersama komunitas adat menggelar diskusi dan mimbar bebas menyoroti ancaman proyek geotermal yang dinilai mengancam ruang hidup warga dan sumber air. Di Pulau Sumba, aksi difokuskan pada isu deforestasi dan perampasan lahan untuk investasi skala besar yang merugikan petani lokal.

Baca Juga :  Polres TTU Soroti Tujuh Pelanggaran Pemicu Kecelakaan Fatal

Sementara di Pulau Timor, yang dipusatkan di Kota Kupang, WALHI menggelar konferensi pers dan menyerukan agar pembangunan di NTT harus berlandaskan pada prinsip keselamatan rakyat dan alam.

Direktur Eksekutif Daerah WALHI NTT, Yuvensius S. Nonga, S.H., M.H., menegaskan bahwa aksi tiga pulau ini adalah pesan kuat bahwa keadilan ekologis tidak bisa ditawar.

Baca Juga :  Karir di PT Hwaseung Indonesia: Produsen Sepatu Adidas Buka Lowongan Terbaru

“Peringatan ini kami lakukan di tiga pulau besar untuk menegaskan bahwa dari Flores, Sumba, hingga Timor, rakyat NTT bersatu menuntut pembangunan yang adil, lestari, dan bermartabat. Tidak ada lagi pembangunan yang mengorbankan rakyat dan merusak alam,” tegas Yuvensius dalam rilisnya.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com

+ Gabung