Lebih lanjut, Wali Kota berpesan kepada para peserta bahwa Academy Qur’an bukan sekadar ajang perlombaan keagamaan, tetapi ruang membangun karakter generasi muda di tengah tantangan zaman digital yang semakin terbuka.
“Anak-anak kita jangan hanya pintar secara akademik, tetapi juga harus punya karakter yang kuat dan takut akan Tuhan. Ilmu tanpa iman bisa membuat orang sombong. Sebaliknya, iman tanpa ilmu juga bisa membuat orang salah arah. Karena itu iman dan ilmu harus berjalan bersama,” tegasnya.
Wali Kota juga mengingatkan pentingnya pengawasan orang tua terhadap anak-anak di era digital saat ini. Menurutnya, keterbukaan informasi yang begitu cepat dapat berdampak buruk jika tidak dibarengi nilai moral dan akhlak yang baik.
Ia menilai Academy Qur’an dapat menjadi ruang muhasabah bersama, apakah nilai-nilai Al-Qur’an sungguh-sungguh sudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam cara membangun Kota Kupang, bertetangga, dan mendidik generasi muda.
Kepada para peserta, Wali Kota memberi motivasi agar yang meraih juara tidak cepat puas, sementara yang belum berhasil diminta tidak berkecil hati.
“Kekalahan yang sebenarnya adalah ketika kita berhenti mencoba. Selama kita masih mau belajar dan terus berusaha, maka sesungguhnya kita belum kalah,” pesannya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
