Pada aspek infrastruktur fisik, pemerintah menargetkan revitalisasi 11.744 satuan pendidikan di seluruh Indonesia pada tahun 2026, dengan total anggaran sekitar Rp14 triliun. NTT menjadi salah satu daerah prioritas karena banyak satuan pendidikan berada di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), kawasan terdampak bencana, serta sekolah dengan kondisi bangunan rusak berat.
“Kami ingin sekolah-sekolah memiliki fasilitas yang layak. Sekolah harus terlihat megah, bukan megap-megap,” tegasnya.
Dalam aspek pedagogik, Abdul Mu’ti menegaskan bahwa kualitas guru tetap menjadi kunci utama keberhasilan pendidikan.
“Secanggih apapun teknologi dan selengkap apapun fasilitas, penentu utama keberhasilan pendidikan tetaplah guru. Guru adalah agen ilmu sekaligus agen peradaban,” ujarnya.
Pemerintah juga terus mendorong peningkatan kompetensi guru melalui program pemenuhan kualifikasi akademik minimal Strata 1 (S1), pelatihan berkelanjutan, serta penguatan peran guru dalam pembentukan karakter peserta didik.
Sementara pada kesempatan yang sama Gubernur NTT, Melki Laka Lena menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi NTT menempatkan pembangunan sumber daya manusia sebagai prioritas utama dalam arah pembangunan daerah.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
