Indeks
Opini  

Menilik Sistem Telekomunikasi di Daerah 3T: Antara Ketertinggalan dan Harapan

IMG 20250508 WA0005
Keterangan Foto, Yose Rizal A.Md, S.Kom Mahasiswa Pasca Sarjana Prodi Studi Pembangunan Universitas Nusa Cendana.

Ketika masyarakat dilibatkan sejak awal dalam proses pembangunan, mereka akan merasa menjadi bagian dari transformasi digital yang sedang berlangsung.

Rasa memiliki ini sangat penting untuk menjaga keberlanjutan sistem dan mencegah infrastruktur menjadi proyek gagal.

Pembangunan sistem telekomunikasi yang merata di daerah 3T pada akhirnya adalah cerminan dari keadilan sosial dan inklusi digital yang sesungguhnya.

Setiap warga negara, di manapun mereka berada, berhak mendapatkan akses yang sama terhadap informasi, pendidikan, dan peluang ekonomi.

Jika kita ingin mewujudkan Indonesia sebagai bangsa digital yang inklusif, maka pembangunan di wilayah 3T tidak boleh menjadi pilihan terakhir, melainkan prioritas utama.

Kita tidak hanya sedang membangun menara sinyal, kabel optik, atau satelit. Kita sedang membangun masa depan bersama.

Kita sedang memperkuat persatuan bangsa melalui jaringan komunikasi yang menghubungkan dari Sabang hingga Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote.

Telekomunikasi harus menjadi jembatan yang menyatukan, bukan tembok yang membatasi.

Dengan pendekatan yang holistik, partisipatif, dan berkelanjutan, wilayah 3T tidak hanya akan terhubung secara teknologi, tetapi juga akan semakin dekat dengan pusat pembangunan nasional.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com

+ Gabung

Exit mobile version