Indeks

Messi: Dari Bocah Ajaib Menjadi Legenda, Kisah Panjang Tentang Air Mata, Kehilangan, dan Sebuah Mimpi yang Tak Pernah Mati

Reporter : Ivan Wuran
IMG 20260904 161826
Lionel Messi saat membawa Argentina juara piala dunia 2022 di Qatar. dok. Istimewa

Final Copa America 2021 mempertemukan Argentina dengan Brasil. Satu gol Angel Di Maria. Satu kemenangan.

Dan untuk pertama kalinya bersama tim senior, Lionel Messi mengangkat trofi besar bersama Argentina.

Messi menangis. Bukan karena kalah. Tetapi karena akhirnya ia berhasil. Bertahun-tahun ia dituduh tidak mampu membawa Argentina juara. Malam itu, semua luka seakan menemukan jawabannya. Namun ternyata, takdir masih menyimpan sesuatu yang jauh lebih besar.

QATAR 2022 — Mimpi yang Dulu Terasa Mustahil

Piala Dunia Qatar.

Messi datang bukan lagi sebagai bocah. Ia datang sebagai kapten. Sebagai ayah. Sebagai pemain yang telah melewati banyak kegagalan.

Argentina sempat jatuh pada laga pertama melawan Arab Saudi. Tetapi Messi dan rekan-rekannya bangkit.  Belanda. Kroasia. Dan kemudian Prancis di final.

Pertandingan itu menjadi salah satu final Piala Dunia paling dramatis sepanjang sejarah. Gol demi gol. Tangis. Ketegangan. Hingga akhirnya Argentina memenangkan adu penalti.

Argentina juara dunia. Messi mengangkat Piala Dunia.  Trofi yang selama bertahun-tahun seakan menjauh darinya, kini berada di tangannya.

Di bawah langit Qatar, seorang bocah dari Rosario akhirnya mendapatkan apa yang selama ini ia cari.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com

+ Gabung

Exit mobile version