Meski demikian, menu utama tetap mengandalkan hasil laut khas NTT, yakni tuna bakar dan ikan kuah asam.
“Menu utama sekarang adalah tuna bakar, ada rahang tuna dan isi tuna, serta ikan kuah asam. Kita harus bersyukur hidup di NTT, kita bisa menikmati tuna dengan murah. Di sini Rp30 ribu sudah bisa makan tuna, sementara di Jepang harganya bisa sangat mahal,” ungkap Andyka.
Menu Nasi Ikan Kuah Asam dan Nasi Tuna Bakar dibanderol dengan harga Rp30.000 per porsi lengkap dengan nasi. Selain itu ada juga kopi Flores.
*Bertahan di Tengah Daya Beli yang Menurun*
Andyka tidak menampik bahwa kondisi ekonomi saat ini mempengaruhi bisnis kuliner di Kupang.
“Untuk pasar kafe di Kupang saat ini, kita harus jujur bahwa ekonomi sedang tidak baik-baik saja. Puji Tuhan kita masih bisa bertahan,” ujarnya.
Menurutnya, penurunan omzet bukan disebabkan oleh kualitas rasa, melainkan karena perubahan perilaku konsumen.
“Permintaan menurun karena memang orang tidak pegang uang. Orang lebih memilih makan di rumah ketimbang di kafe. Padahal harga di sini sangat standar, tidak mahal,” tutup Andyka.
( ran )
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
