Christian tidak memilih mengirim bantuan melalui perantara. Ia datang sendiri.
Di belakangnya, ikut Kepala Pelaksana BPBD Kota Kupang, Ernes S. Ludji, S.STP., M.Si., serta Plt. Kepala Bagian Umum Setda Kota Kupang, Hubertus Mani, SH.
Perjalanan itu panjang. Melelahkan. Kondisi jalan dan situasi pascabencana membuat perjalanan antarkabupaten bukan perkara sederhana. Bahkan rombongan merasakan sendiri guncangan gempa susulan yang masih terjadi di Flores. Tetapi langkah mereka tidak berhenti.
Di Borong, Manggarai Timur, Rabu, 26 Agustus, suasana pertemuan di Posko Penanggulangan Bencana terasa berbeda.
Bupati Manggarai Timur, Agas Andreas, menyambut kedatangan Wali Kota Kupang dengan mata yang menyimpan haru.
Menurut Agas, Christian merupakan kepala daerah pertama dari wilayah NTT yang tidak terdampak bencana tetapi turun langsung menemui masyarakat korban gempa.
“Bapa Wali Kota menjadi kepala daerah pertama di NTT yang tidak terdampak yang sudah mau turun langsung melihat kami di sini. Kami merasa terhibur, karena masih ada saudara-saudara yang punya kepedulian terhadap duka kemanusiaan yang menimpa kami. Saya tidak bisa omong banyak lagi, saya terharu sekali`,” ujar Agas.
Kalimat itu barangkali menjadi salah satu gambaran paling jujur tentang arti sebuah kehadiran.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
