Menurutnya, perbedaan cara mengekspresikan nilai kerap menjadi sumber ketegangan, sehingga kemampuan beradaptasi secara bijak menjadi kunci menjaga harmoni.
Dalam dialog tersebut, Wagub Johni Asadoma memaparkan sejumlah langkah strategis yang perlu diperkuat, antara lain reaktualisasi prinsip
“di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung”, penguatan peran organisasi dan paguyuban diaspora, pengembangan komunikasi dialogis dengan otoritas lokal, serta penguatan narasi kontribusi positif warga NTT di Bali.
Ia juga menekankan pentingnya penertiban administrasi kependudukan bagi warga NTT yang hendak merantau, sebagai langkah pencegahan terhadap potensi pelanggaran hukum.
Wagub Johni Asadoma menegaskan bahwa Pemprov NTT konsisten mendukung penegakan hukum tanpa pandang bulu, termasuk terhadap oknum warga NTT yang melakukan pelanggaran pidana di daerah lain.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada pemerintah dan masyarakat Bali atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan oleh perilaku segelintir oknum diaspora NTT.
Menurutnya, momentum ini harus menjadi ruang refleksi dan otokritik bersama demi menjaga tenunan sosial yang harmonis antara NTT dan Bali.(Melki)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
