Ia juga mengingatkan guru agar bijak menyikapi teknologi. Media sosial bisa jadi alat kreativitas, tapi jika tidak dikendalikan akan merusak konsentrasi dan karakter siswa.
“Khusus bagi kepala sekolah, anda adalah lokomotif pembangunan sumber daya manusia Indonesia. Kalau kepala sekolahnya lemah, tidak punya semangat juang yang tinggi, maka ke bawah juga akan terpengaruh semua,” tandas Wagub.
*Kisah Herman Josef Fernandes Jadi Teladan*
Sementara itu, Ketua Umum DPP LVRI Jenderal TNI (Purn.) H.B.L. Mantiri mengingatkan para guru agar tidak mewariskan JSN ’45 sebagai cerita dongeng masa lalu.
“Pewarisan JSN 45 bukan berarti mengajak generasi muda untuk hidup di masa lalu, tapi diharapkan nilai-nilai luhur perjuangan masa lalu menjadi kekuatan moral untuk menghadapi tantangan masa kini dan masa depan,” kata Mantiri.
Ia mengangkat kisah heroik putra NTT, Herman Josef Fernandes. Sejak usia muda, Herman sudah bergabung sebagai Tentara Pelajar untuk mempertahankan kemerdekaan. Dari bangku sekolah, ia ditempa nasionalisme, keberanian, rela berkorban, hingga akhirnya gugur sebagai pejuang.
Mantiri menegaskan, kisah seperti Herman harus hidup di ruang kelas, bukan hanya di buku sejarah.
Ia juga menitipkan 4 prinsip hidup kepada para pendidik dan siswa NTT dalam menghadapi kesulitan: _be prepared for it, be patient in it, be prayerful to it, dan be productive because of it._ Siap, sabar, dekat dengan Tuhan, dan tetap produktif.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
