Wagub meminta agar pengalaman dan temuan mahasiswa selama melaksanakan KKN di desa tidak berhenti sebagai kegiatan akademik. Setiap persoalan yang ditemukan harus dicatat, dianalisis dan dicarikan jalan keluar sehingga hasil KKN dapat menjadi masukan konkret bagi pemerintah daerah.
“Saya minta dari pengalaman KKN Tematik GENTASKIN selama dua bulan ini dibuat laporan yang jelas. Apa yang terjadi di lapangan, apa kendalanya, apa peluangnya, dan apa solusi yang dapat dilakukan. Semua dirangkum menjadi satu kesimpulan dan menjadi bahan bagi Pemerintah Kabupaten Alor untuk ditindaklanjuti,” katanya.
Di hadapan para mahasiswa, Wagub menekankan pentingnya critical thinking. Menurutnya, mahasiswa tidak boleh hanya menerima keadaan sebagaimana adanya, tetapi harus memiliki rasa ingin tahu dan keberanian untuk mempertanyakan berbagai persoalan yang ditemukan di tengah masyarakat.
“Jadilah mahasiswa yang kritis. Selalu bertanya, mengapa begini, mengapa begitu. Kemudian membaca, berpikir dan mencari pemecahan masalah,” pesan Wagub.
Ia mendorong mahasiswa membangun kebiasaan membaca karena pengetahuan merupakan modal penting untuk menghadapi perubahan zaman.
“Bacalah buku sebanyak-banyaknya. Saya sarankan membaca pagi satu jam, siang satu jam dan malam dua jam. Belajarlah terus karena long life learning. Saya sendiri sampai sekarang masih belajar dan sedang menempuh pendidikan doktor,” ungkapnya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
