Selain itu, pergantian tersebut dilakukan di masa akhir jabatan Pj Gubernur NTT, yang semakin memperkuat kesan mendadak dan tidak terencana.
Stef mendesak pemerintah memberikan alasan yang jelas terkait keputusan ini, mengingat RS Prof Yohanes merupakan fasilitas kesehatan yang sangat strategis.
“Urgensi dan alasan di balik keputusan ini harus dijelaskan. Kita harus memastikan bahwa pergantian ini tidak berdampak buruk pada pelayanan kesehatan, terutama karena RS Prof Yohanes adalah andalan masyarakat di NTT,” tutupnya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
