Hasilnya sangat membanggakan yakni 51 ton bawang berhasil dipanen dari lahan yang dikelola anggota Kopdit Swasti Sari.
Kasmirus menegaskan, pencapaian ini adalah bukti keberhasilan sistem pembiayaan berbasis kepercayaan.
Panen raya dilakukan secara simbolis di lahan salah satu anggota penerima pinjaman sebagai representasi dari 17 keluarga petani yang berhasil.
“Koperasi sejatinya adalah jembatan pemberdayaan masyarakat. Melalui perputaran uang, barang, dan jasa antaranggota, tercipta ekosistem ekonomi mandiri di desa,” ujarnya.
Kehadiran Ibu PKK NTT, yang di wakili oleh Ketua Pokja 4 didampingi oleh Pokja 2, mempertegas pentingnya dukungan dalam meningkatkan kemandirian masyarakat.
Kasmirus juga mengapresiasi dukungan Ibu Asti Laka Lena, Ketua TP PKK Provinsi NTT, yang terus mendorong pemberdayaan ekonomi keluarga di desa.
Ia menambahkan bahwa melalui program ini, hasil panen yang biasanya hanya dipasarkan di Kupang nanti akan dapat menjangkau pasar yang lebih luas.
“Kelak kita akan berdiri sama tinggi, duduk sama rendah. Kita setara dan saling mendukung,” tegas Kasmirus Kopong.
Menurutnya, keberhasilan ini bukan hanya soal angka panen, tetapi juga tentang solidaritas, kesetaraan, dan kebersamaan yang menjadi dasar pemberdayaan sejati.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
