Thomas mengatakan pelaksanaan KNMTI tahun ini berlangsung di tengah tantangan, termasuk dampak psikologis pascagempa di wilayah Flores dan gangguan penerbangan yang memengaruhi perjalanan sejumlah peserta dari Indonesia bagian barat. Dari target awal sekitar 70–80 peserta, sebanyak 18 sekolah teologi tetap dapat hadir dan berpartisipasi.
Ia berharap forum tersebut membantu peserta memahami bahwa liturgi bukan hanya praktik ritual di dalam gereja, tetapi juga cara menghadirkan pelayanan Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.
(*/ran)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
